Selasa, 19 April 2016

JAWABAN UTS PENGEMBANGAN DAYA PIKIR DAN DAYA CIPTA ANAK USIA DINI





JAWABAN UTS


MK                 : PENGEMBANGAN DAYA PIKIR DAN DAYA CIPTA ANAK USIA DINI
NAMA           : PUTRI PUSWANDARI                  
NPM               : 1501030020
PRODI           : PGRA
SEMESTER  : DUA (II)

1. Apa yang kalian ketahui tentang pengembangan daya pikir dan daya cipta anak usia dini
       A.     Pengertian Daya Pikir dan Daya Cipta
1. Daya pikir
Daya pikir disebut juga sebagai kemampuan kognitif sering diartikan sebagai daya atau kemampuan seorang anak untuk berfikir dan mengamati, melihat hubungan-hubungan, kegiatan yang mengakibatkan seorang anak memperoleh pengetahuan baru yang banyak didukung oleh kemampuannya bertanya.
kemampuan kognitif menunjuk kepada proses dan produk dari dalam akal ;pikiran manusia yang membawanya untuk tahu. Dalam hal ini termasuk semua kegiatan mental manusia yang meliputi: mengingat, menghubungkan, menggolongkan, memberikan symbol, mengkhayal, memecahkan masalah, mencipta dan membayangkan kejadian dan mimpi.

2. Daya Cipta
Daya cipta disebut juga sebagai kreativitas. Banyak definisi tentang daya cipta atau kreativitas yang diajukan oleh para ahli yang satu sama lain memiliki sudut pandang sendiri-sendiri. Namun para ahli sebenarnya telah mengembangkan pengertian kreativitas dalam bentuk pengertian popular dan makna psikologis

B. Tujuan dan Fungsi Pengembangan Daya Pikir dan Daya Cipta
1. Daya Pikir
Daya pikir perlu dikembangkan sedini mungkin karena apa yang diperoleh pada suatu periode akan sangat membantu penembangan daya pikir pada periode selanjutnya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1997) telah menetapkan tujuan dan fungsi pengembangan daya pikir di TK yakni sebagai berikut:
·         Tujuan
Tujuan pengembangan daya pikir adalah agar anak mampu menghubungkan pengetahuan baru yang diperolehnya. Tujuan tersebut secara rinci adalah sebagai berikut:
1. Mengembangkan kemampuan berpikir logis dan pengetahuan akan ruang dan waktu
2. Anak mampu mengembangkan pengetahuan yang sudah diketahui dengan pengetahuan baru yang diperolehnya
3. Mengembangkan kemampuan memahami sesuatu dengan cara melihat bermacam-macam hubungan antara satu objek dengan objek lain berdasarkan perbedaan dan persamaan
4. Mengembangkan imajinasi melalui bermacam-macam kegiatan
5. Memberi kesempatan untuk mengolah lingkungan dan membangun dunianya secara aktif
6. Agar anak dapat menghargai dan mencintai isi alam sebagai ciptaan Tuhan

·         Fungsi
1. mengenalkan lingkungan sekitar kepada anak, manfaat serta bahayanya
2. melatih agar anak mampu menggunakan panca inderanya untuk mengenal lingkungannya
3. memberi kesempatan pd anak untuk mengamati dan mengolah lingkungan atau dunianya secara aktif sesuai dengan kemampuan anak
4. mengenal konsep bilangan dan benda-benda
5. memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan kegiatan “bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain”
6. melatih anak berpikir logis

1.      Daya Cipta
·         Tujuan
1. Mengembangkan imajinasi dan kreatifitas anak
2. Memberi kesempatan pada anak untuk menciptakan sesuatu sesuai dengan kreatifitasnya
3. Anak dapat menghargai hasil karyanya

·         Fungsi
1. Mengenalkan berbagai hasil karya seni dan kreatifitas pada anak
2. Memberi kesempatan pada anak untuk mengeksplorasi benda-benda yang ada disekitarnya
3. Melatih anak berpikir kreatif

·         Ruang lingkup daya pikir anak dalam kegiatan pembelajaran di TK terdiri dari :
a.       Lingkup yang berkenaan dengan matematika
b.       Lingkup yang berkenaan dengan Ilmu Pengetahuan
Sedangkan ruang lingkup daya cipta anak terinteraksi pada semua isi program kegiatan pembelajaran yang ada diprogram TK, seperti pada pembelajaran kemampuan berbahasa, keterampilan, jasmani dan lainnya.

Prinsip-prinsip mengembangkan daya pikir anak dalam kegiatan pembelajaran di TK yang perlu diperhatikan antara lain :
a.       Masa peka anak
b.       Kegiatan dilaksanakan secara bertahap
c.       Kegiatan harus mengacu pada tujuan yang hendak dicapai
d.     Memberi kesempatan pada anak untuk mengekpresikan pengetahuan dan
          pengalamannya.
e.       Penggunaan berbagai macam metode pembelajaran
f.        Memanfaatkan lingkungan sekitar anak sebagai sarana dan sumber belajar
g.       Kegiatan yang diberikan pada anak, hendaknya merupakan pengetahuan yang objektif  dan sesuai dengan kenyataan

Prinsip-prinsip mengembangkan daya cipta anak dalam pembelajaran di TK yang perlu diperhatikan antara lain :
a.        Bantulah anak menyadari dan menghargai kemampuan dirinya dalam menciptakan ide-
idenya
b.        Biarkan anak belajar membuat perencanaan atau membuat keputusan sendiri dari  
Kegiatannya.
c.    Rangsanglah anak agar lebih peka terhadap lingkungan untuk merangang minat bertanya atau bereksperimen.
d.    Doronglah agar anak menghargai pengalaman atau pengetahuan yang baru
e.    Pupuklah kepercayaan dirinya
f.    Dalam memberikan saran jangan sampai menghilangkan kreativitas anak
g.   Hargailah anak untuk usaha-usaha yang kreatif.
 


Minggu, 17 April 2016

ANALISIS FILM "TARE ZAMEEN PAR"



Analisis Film “Taare Zameen Par”

Film “Taree Zaamen Par” yang menceritakan mengenai Ishaan yang tidak bisa membaca dan menulis. Dan ia selalu melihat dunia dengan imajinasinya. Guru yang mengajarnya merasa geram karena Ishaan selalu mendapat nilai yang jelek. Bahkan Ishaan dicap sebagai anak pemalas, nakal dan idiot.
Kemudian orang tua Ishaan memindahkannya ke sekolah berasrama. Ishaan pun tetap mendapat nilai yang buruk dan itu membuatnya depresi. Dan ia juga merasa kesedihan karena harus tinggal jauh dengan keluarganya. Pada akhirnya, ada seorang guru yang bernama Ram Shanker Nikumbh, guru tersebut lama kelamaan mengerti apa yang terjadi pada diri Ishaan, rupanya Ishaan mengalami Dyslekxia. Dan sang guru akhirnya mengetahui bakat melukis Ishaan. Kemudian sang guru melatih Ishaan membaca, menulis dan melukis dengan berbagai cara.
Ram Shanker Nikumbh mengadakan lomba melukis yang diikuti semua siswa dan guru. Pada awalnya Ishaan menghilang, namun kemudian mengikuti lomba. Ishaan melukis dengan imajinasinya. Setelah juri menilai, ternyata Ishaan lah yang terbaik, dan Ishaan yang menjadi pemenangnya. Setelah perlombaan selesai, Ishaan di jemput keluarganya. Keluarganyapun tidak menyangka dan merasa bangga.
Film “Taare Zameen Par” sangatlah inspiratif. Film ini menggambarkan mengenai realita pendidikan yang terjadi pada anak, baik dalam sektor keluarga maupun sekolah (guru).
Setiap anak yang lahir dengan membawa keunikan tersendiri, setiap anak tentunya memiliki impian yang berbeda. Nanum orang tua ada juga yang tidak mau tahu dengan apa yang dirasakan dan dihadapi oleh anak-anaknya. Banyak orang tua yang egois menuntut anak-anak mereka agar dapat mencapai dan menjadi apa yang dikehendaki orang tuanya. Dalam film ini, melihatkan kurangnya peran ayah dalam membimbing anaknya, digambarkan sosok ayah yang sibuk dengan pekerjaan dan memiliki harapan yang tinggi untuk kedua anaknya. Namun ayahnya tidak meihat kelemahan apa yang dialami anaknya. Sang ibu sebenarnya telah berusaha mendorong dan memberi dukungan untuk Ishaan. Namun sang ibu cenderung diam ketika berhadapan dengan suaminya.  Disini peran orang tua dan guru memang dibutuhkan.
Peran sekolah yang tidak mengetahui gangguan yang dialami Ishaan juga memperparah keadaan. Seorang guru ketika anak didiknya selalu mendapat nilai buruk harusnya mencari penyebab/masalah yang mebuat anak didik merasa kesulitan, yang dalam film ini kesulitan dalam membaca dan menulis yang menjadikan Ishaan terus mendapat nilai yang buruk. Karena peran guru juga sangat dibutuhkan baik dalam metode mengajar maupun melihat permasalahan yang dihadapi anak didiknya. Jika pengajar tidak mengetahui gangguan belajar yang terjadi pada anak didiknya, akibatnya si anak akan menjadi korban. Anak didik yang memiliki masalah tersebut akan berubah dari yang semangat menjadi pemurung dan tidak bersemangat, bahkan frustasi dan menarik diri dari orang lain. Karena pada dasarnya guru memang harus mencari titik permasalahan yang dialami anak didik yang menglami permasalahan. Kemudian guru membantu dan membimbing anak didik untuk keluar dan mengatasi masalah yang dihadapinya. Seorang guru juga dituntut untuk kreatif dalam membantu memecahkan masalah, supaya hasilnya dapat optimal.
Film ini juga menggambarkan tentang proses dan upaya dari orang tua untuk mencoba mengerti dan memahami keadaan yang dialami si anak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak sepenuhnya apa yang terjadi dalam keluarga itu salah, karena sumua berangkat dari ketidaktahuan mereka. Jadi, interaksi yang baik antara keluarga dan guru  tentang perkembangan ataupun masalah yang dialami anak, akan menjadi suatu cara yang baik untuk mengetahui dan memahami permasalahan yang terjadi pada anak. Setiap kekurangan atau masalah yang terjadi pada anak, pasti terdapat kelebihan dalam dirinya. Selain membantu dalam menyelesaikan dan mengatasi masalah yang dihadapi anak didik, guru juga harus membantu dan membimbing anak didik sesuai dengan bakat yang terlihat pada diri sang anak. Karena setiap anak adalah spesial dengan berbagai keunikan yang berbeda-beda. Maka peran orang tua dan guru juga dibutuhkan untuk menggali potensi  dan keunikan pada diri anak. Maka anak akan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang sehat dan cerdas.
Karena didalam film tersebut kita sebagai calon guru dapat mengerti bahwa setiap anak memiliki kemampuan, cara berpikir, dan potensi dalam bidang study yang berbeda-beda. Cara mengajar yang baik bukan dengan cara kasar dan menakutkan. tetapi dengan kelemahlembutan guru, belajar sambil bermain, dan dengan cara perlahan-lahan pun dapat menjadi masukan yang baik seperti film tersebut. Maka itu kesimpulannya, kita sebagai calon guru harus memiliki cara mengajar yang membuat anak senang. Ketika anak senang, anak akan percaya diri dan dapat menerima pelajaran dengan baik. kesempatan untuk menang, penghargaan, dan motivasi sangat dibutuhkan oleh anak. lalu peran orang tua yang memahami anaknya sangatlah penting bagi pertumbuhan psikologi anak.