Minggu, 17 April 2016

ANALISIS FILM "TARE ZAMEEN PAR"



Analisis Film “Taare Zameen Par”

Film “Taree Zaamen Par” yang menceritakan mengenai Ishaan yang tidak bisa membaca dan menulis. Dan ia selalu melihat dunia dengan imajinasinya. Guru yang mengajarnya merasa geram karena Ishaan selalu mendapat nilai yang jelek. Bahkan Ishaan dicap sebagai anak pemalas, nakal dan idiot.
Kemudian orang tua Ishaan memindahkannya ke sekolah berasrama. Ishaan pun tetap mendapat nilai yang buruk dan itu membuatnya depresi. Dan ia juga merasa kesedihan karena harus tinggal jauh dengan keluarganya. Pada akhirnya, ada seorang guru yang bernama Ram Shanker Nikumbh, guru tersebut lama kelamaan mengerti apa yang terjadi pada diri Ishaan, rupanya Ishaan mengalami Dyslekxia. Dan sang guru akhirnya mengetahui bakat melukis Ishaan. Kemudian sang guru melatih Ishaan membaca, menulis dan melukis dengan berbagai cara.
Ram Shanker Nikumbh mengadakan lomba melukis yang diikuti semua siswa dan guru. Pada awalnya Ishaan menghilang, namun kemudian mengikuti lomba. Ishaan melukis dengan imajinasinya. Setelah juri menilai, ternyata Ishaan lah yang terbaik, dan Ishaan yang menjadi pemenangnya. Setelah perlombaan selesai, Ishaan di jemput keluarganya. Keluarganyapun tidak menyangka dan merasa bangga.
Film “Taare Zameen Par” sangatlah inspiratif. Film ini menggambarkan mengenai realita pendidikan yang terjadi pada anak, baik dalam sektor keluarga maupun sekolah (guru).
Setiap anak yang lahir dengan membawa keunikan tersendiri, setiap anak tentunya memiliki impian yang berbeda. Nanum orang tua ada juga yang tidak mau tahu dengan apa yang dirasakan dan dihadapi oleh anak-anaknya. Banyak orang tua yang egois menuntut anak-anak mereka agar dapat mencapai dan menjadi apa yang dikehendaki orang tuanya. Dalam film ini, melihatkan kurangnya peran ayah dalam membimbing anaknya, digambarkan sosok ayah yang sibuk dengan pekerjaan dan memiliki harapan yang tinggi untuk kedua anaknya. Namun ayahnya tidak meihat kelemahan apa yang dialami anaknya. Sang ibu sebenarnya telah berusaha mendorong dan memberi dukungan untuk Ishaan. Namun sang ibu cenderung diam ketika berhadapan dengan suaminya.  Disini peran orang tua dan guru memang dibutuhkan.
Peran sekolah yang tidak mengetahui gangguan yang dialami Ishaan juga memperparah keadaan. Seorang guru ketika anak didiknya selalu mendapat nilai buruk harusnya mencari penyebab/masalah yang mebuat anak didik merasa kesulitan, yang dalam film ini kesulitan dalam membaca dan menulis yang menjadikan Ishaan terus mendapat nilai yang buruk. Karena peran guru juga sangat dibutuhkan baik dalam metode mengajar maupun melihat permasalahan yang dihadapi anak didiknya. Jika pengajar tidak mengetahui gangguan belajar yang terjadi pada anak didiknya, akibatnya si anak akan menjadi korban. Anak didik yang memiliki masalah tersebut akan berubah dari yang semangat menjadi pemurung dan tidak bersemangat, bahkan frustasi dan menarik diri dari orang lain. Karena pada dasarnya guru memang harus mencari titik permasalahan yang dialami anak didik yang menglami permasalahan. Kemudian guru membantu dan membimbing anak didik untuk keluar dan mengatasi masalah yang dihadapinya. Seorang guru juga dituntut untuk kreatif dalam membantu memecahkan masalah, supaya hasilnya dapat optimal.
Film ini juga menggambarkan tentang proses dan upaya dari orang tua untuk mencoba mengerti dan memahami keadaan yang dialami si anak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak sepenuhnya apa yang terjadi dalam keluarga itu salah, karena sumua berangkat dari ketidaktahuan mereka. Jadi, interaksi yang baik antara keluarga dan guru  tentang perkembangan ataupun masalah yang dialami anak, akan menjadi suatu cara yang baik untuk mengetahui dan memahami permasalahan yang terjadi pada anak. Setiap kekurangan atau masalah yang terjadi pada anak, pasti terdapat kelebihan dalam dirinya. Selain membantu dalam menyelesaikan dan mengatasi masalah yang dihadapi anak didik, guru juga harus membantu dan membimbing anak didik sesuai dengan bakat yang terlihat pada diri sang anak. Karena setiap anak adalah spesial dengan berbagai keunikan yang berbeda-beda. Maka peran orang tua dan guru juga dibutuhkan untuk menggali potensi  dan keunikan pada diri anak. Maka anak akan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang sehat dan cerdas.
Karena didalam film tersebut kita sebagai calon guru dapat mengerti bahwa setiap anak memiliki kemampuan, cara berpikir, dan potensi dalam bidang study yang berbeda-beda. Cara mengajar yang baik bukan dengan cara kasar dan menakutkan. tetapi dengan kelemahlembutan guru, belajar sambil bermain, dan dengan cara perlahan-lahan pun dapat menjadi masukan yang baik seperti film tersebut. Maka itu kesimpulannya, kita sebagai calon guru harus memiliki cara mengajar yang membuat anak senang. Ketika anak senang, anak akan percaya diri dan dapat menerima pelajaran dengan baik. kesempatan untuk menang, penghargaan, dan motivasi sangat dibutuhkan oleh anak. lalu peran orang tua yang memahami anaknya sangatlah penting bagi pertumbuhan psikologi anak.
                                                                                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar